Oleh
: Abdul Rahman Azis
(
Mahasiswa Akidah Filsafat Semester IV IAIN SNJ Cirebon )
Bangsa yang besar pasti mempunyai pemimpin yang memiliki
mimpi besar pula untuk memajukan Bangsanya, bukan sekedar mengejar kedudukan
dengan penghasilan besar (Komaruddin hidayat, 2010). Menjadi seorang pemimpin bukan
untuk memperkaya diri, tetapi harus menjadi rel untuk mewujudkan semua
impiannya. Bila pemimpin miskin impian, dia tidak akan bisa melakukan
perubahan.
Jika Aku menjadi Gubernur BI, akan Aku tabcapkan impian
setinggi langit untuk melakukan perubahan di BI agar menjadi lebih baik dan
bisa menjadi pengayom bagi Bank-Bank di Indonesia. Ada pribahasa Cina
berbunyi,”segala yang nampak hebat sekarang ini, pernah terlihat sebagai
sesuatu yang mustahil”. Jadi kunci sukses menjadi gubernur BI adalah seberapa besar
impian yang dimilikinya. Mungkin semua yang kita impikan tidak semuanya
terwujud, tapi tanpa sebuah impian kita tidak dapat melakukan sebuah perubahan.
Makanya modal awal Aku sebagai Gubernur BI adalah mempunyai impian yang besar.
Ternyata impian saja tidak cukup bagi seorang pemimpin,
impiannya harus di tulis agar jelas. Biasanya kegagalan seorang pemimpin,
impiannya hanya di ingat-ingat dalam kepala, sehingga dengan berjalannya waktu
impiannya hilang di telan waktu. Menjadi seorang pemimpin bukan pintar membuat
janji waktu pemilihan, setelah terpilih hanya duduk manis di kursi empuk
sehingga lupa pada janji-jajinya. Untuk itu Aku sebagai Gubernur BI telah
menuliskan semua impian-impian itu secara rinci dan Aku bagikan kepada semua
bawahan, agar mereka mengetahui impian pimpinannya. Kemudian akan Aku
presentasikan semua impian Aku sebagai Gubernur BI kepada bawahan, agar kita
bisa mempunyai visi dan misi yang sama
dalam membangun BI menjadi lebih baik.
Impian yang sudah Aku tulis, ibaratnya sebagai rel dan BI
sebagai keretanya. Ketika rel impian sudah jelas dengan peta perjalanan yang
terdiri dari impian jangka panjang dan pendek untuk menuju puncak kejayaan BI.
Sekarang kita membutuhkan langkah awal untuk menjalankannya. Seperti yang
diungkapkan (John C. Maxwell, 1997) tentang ciri khas pemimpin : (1) mereka
telah mengidentifikasi tujuan jangka panjang dan pendek (2) mereka mempunyai
rencana untuk mencapai tujuan itu (3) mereka mempunyai keinginan yang
memotivasi mereka untuk terus bekerja supaya bisa mencapai tujuan tersebut.
Menurut Maxwell, ketika semua impian sudah jelas kita tinggal melangkah. Karena
perjalanan 1000 mil di awali dengan langkah pertama. Aku sebagai Gubernur BI
harus memotivasi semua bawahan agar jangan pernah takut untuk melangkah.
Impian yang sudah Aku tulis akan diberi target jangka
panjang dan pendek. Di mulai dari target 1 minggu yang harus di capai apa?
Kemudian target 1 bulan yang harus di capai apa? Dan target 1 tahun yang harus
di capai apa? Dengan adanya target kita akan bekerja dengan tujuan yang jelas,
sehingga semua impian terwujud. Kemudian tugas Aku sebagai gubernur BI adalah
mengevaluasi hasil kerja bawahan, akan dibuat grafik pencapai target. Setelah itu
melakukan inovasi untuk memperbaiki semua kekurangan agar semua pegawai bisa
berjalan pada rel impian yang sudah di tuliskan, sehingga untuk menuju puncak
kejayaan BI terealisasikan tepat waktu.
Jadi yang Aku kedepankan sebagai Gubernur BI adalah
memiliki impian besar untuk membawa BI mencapai puncak kejayaan. Kemudian impian
tersebut Aku perjelas dengan menuliskannya pada lembaran kertas agar tidak lupa
dan semua bawahan harus mengetahui impian pimpinannya. Impian yang sudah Aku tulis
diberi target jangka panjang dan pendek untuk mempermudah pencapaiannya. Lalu kita
melakukan action untuk merealisasikan impian itu, karena terwujudnya sebuah
impian dicapai dengan sebuah kerja keras. Mari kita wujudkan impian agar BI
mencapai puncak kejayaan.
Add to Cart
0 komentar:
Posting Komentar